Tips Pengambilan Keputusan Suksesi Perusahaan

Dari Credit Suisse dilaporkan, bahwa pada 2011 terdapat 225 perusahaan yang kinerjanya dikelola oleh keluarga si pemilik. Hal ini merupakan lonjakan yang signifikan dibandingkan dengan data yang dikeluarkan oleh MSCI sejak 2007.

Faktor perencanaan jangka panjang yang matang dan konsistensi dalam pengambilan keputusan menjadi modal bagi keberhasilan perusahaan keluarga. Namun di balik sisi positif ini, perusahaan keluarga dibayang-bayangi oleh kekhawatiran akan suksesi.

Terdapat banyak sekali perusahaan keluarga di Indonesia yang saat ini tengah menghadapi permasalahan suksesi seiring dengan semakin tuanya umur para pengelola atau generasi pendiri. Akan tetapi masalah suksesi rupanya menjadi hal yang tabu untuk dibicarakan di perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Hal yang sangat penting dalam menjalankan roda bisnisnya, perusahaan harus memisahkan bisnis dari harta keluarga. Contoh ideal, dalam membuat peraturan, bagi anggota keluarga yang tidak aktif di perusahaan supaya mendapatkan aset keluarga, dan anggota keluarga lainnya yang aktif di perusahaan maka akan mendapatkan saham perusahaan. Anggota kaluarga yang berniat untuk mundur dari keaktifannya di dalam pengelolaan perusahaan supaya menjual sahamnya kepada anggota yang masih konsisten aktif. Peraturan yang dicontohkan tersebut akan memudahkan di saat peralihan harta atau saham dalam rangka memuluskan suksesi kepada generasi selanjutnya.

Sangat berbahaya apabila jalannya suksesi dilakukan dengan cara konsensus dari anggota keluarga ke pihak lain atas dasar senioritas atau favoritisme bukan berdasarkan kompetensinya. Akan lebih buruk lagi apabila generasi penerusnya tidak mampu atau beelum siap dalam melanjutkan tongkat estafet bisnis perusahaan.

Sangatlah wajar apabila keluarga apabila orangtua ingin memberikan warisan kepada anak-anaknya, termasuk roda bisnis perusahaan. Sangat berat bila perusahaan keluarga dikelola oleh orang lain yang bukan dari dalam keluarga. Serta tidaklah mudah bagi orangtua untuk mengakui kelemahan atau ketidakmampuan anak-anaknya dalam mengelola perusahaan keluarga. Yang sering terjadi adalah perusahaan dijalankan dengan cara terpaksa, orangtua mempercayai kepada anaknya untuk bisnis keluarga dengan tidak dibekali kemampuan pengelolaan yang mumpuni.

Maka bagi para generasi tua yang akan melangsungkan suksesi di dalam perusahaan keluarga, jangan sampai apriori bahwasannya anak-anaknya mampu mengelola perusahaan keluarga. Pemilik perusahaan sudah seharusnya jujur dan objektif dalam mengidentifikasi generasi penerus perusahaannya. Salah satu tindakan yang baik untuk dilakukan sejak awal oleh pemilik perusahaan keluarga adalah dengan membawa orang lain di luar keluarga yang memiliki kemampuan manajerial yang andal dalam mengelola perusahaan.

Dengan sejak awal membawa orang lain untuk menjalankan bisnis keluarga, pemilik bisa memerhatikan siapa yang terbaik atau yang paling mampu mewujudkan visi dan misi perusahaan, apakah dari dalam keluarga atau bukan? Sehingga suksesi bisa dijalankan dengan perencanaan yang matang. Inilah modal utama kesuksesan bisnis bagi perusahaan keluarga yang bisa menjamin keutuhan ritme manajemen perusahaan.

Artikel bisnis tentang tips pengambilan keputusan suksesi ini merupakan tulisan dari Widodo Suryadi-EVP, Head of Wholesale Banking, Commonwealth Bank, yang telah diterbitkan oleh harian Kompas pada edisi yang telah lalu (27/09). Semoga berguna bagi pembaca :)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Premium Wordpress Themes